Galau Galau Galau
posted by dick on : Monday, March 14, 2011 at 9:48 PM
Galau pendidikan. Trending topic saat ini di kalangan anak kelas 12 SMA. Ya jelas aja, 18 April aka UAN, tinggal beberapa menit lagi! "Udah kelas 12 SMA ya? Mau kuliah dimana? Jurusan apa?" ya ya ya makanan sehari-hari. Sebenernya semakin galau-nya elo, semakin banyak masalah yang elo pikirin (apalagi yang lagi galau sama pasangannya masing-masing), semakin banyak pula waktu, tenaga, dan pikiran yang lo buang cuma-cuma hanya buat ngatasin hal yang ngga sepenting tujuan utama lo sekarang. Apalagi yang terus-terusan dibuat galau sama pasangannya, is that really what relationship for? Ok, udah melenceng dari topik. Sebenernya belajar terus-terusan ngga bener juga sih, harus tetep diimbangi dengan pola makan dan tidur yang sehat juga. Dan jangan lupa olahraga teratur, sempatkan paling ngga lari pagi, atau bersepeda di hari minggu, dan konsumsi vitamin. Jangan sampe belajar jadi kayak game online yang bikin addict. Setiap hari kalo ngga main game online minimal 5 jam rasanya kayak makan bakpao dari kulkas. Ngga enak lah pokoknya. Tapi ya seterah juga sih kalo mau bikin belajar jadi "game online" lo, cuma menurut gue, pada akhirnya lo ngga akan bener-bener ngerasain apa yang namanya hidup. (just saying) Oh iya, belakangan gue suka diem-diem, eh ngga diem-diem juga sih, masa ngeliat blog/tumblr orang harus ngomong dulu sama orangnya, "haloo A aku boleh liat blogmu ga?" atau "hey B, aku habis buka tumblrmu looh.." ya, ngebaca blog-blog orang. Blog keren terakhir yang gue liat dan gue hapal salah satu petikan katanya gini nih, " mimpi saya tinggi, kalau masih malas-malasan.. mati aja". Inspiring abis. Kalo tumblr yang ngga pernah gue lewatin tiap ada post baru itu punyanya... rahasia ah :p Labels: lagi bener, lagi serius
Efek Kelas 3 SMA
posted by dick on : Saturday, July 17, 2010 at 7:32 PM
Hey there! Gue baru aja naik kelas 3 SMA nih, ya olo ga terasa aja udah gede juga ya ternyata gue hehehe. Padahal waktu SD gue ngeliatin anak-anak SMA di jalan gitu rasanya.. wah! orang tua! Well, it means that gue udah tua, oke. Kelas baru. Hampir semua anak, yang gue tau, yang ada di sekolah gue, pasti rata-rata pada ga suka sama temen-temen di kelas baru, hmm.. atau kata-kata yang lebih sopan "berat ninggalin temen-temen pas di kelas sebelumnya". Hmm, honestly pertamanya gue sih don't care masalah gituan, dan mengira semua akan baik-baik saja, sampai akhirnya, doa gue dikabulin Tuhan. Dulu waktu akhir-akhir kelas 2 SMA, sebelum pembagian rapot gue selalu doa gini, "Ya Allah, semoga di kelas 3 nanti saya ditempatkan di kelas anak-anak pintar, biar saya bisa ngikut pintar." And God granted my prayer.. Gue shock. Satu kelas rata-rata (kebanyakan) anak-anak yang kelas 1 dan 2-nya dulu berada di kelas olimpiade. Kelas khusus yang sengaja dibentuk dari kumpulan anak-anak berbatak, err I mean berbakat dari seluruh kelas, dan dijadikan satu kelas. Gue sangat shock. Sangat-sangat shock sampe-sampe nggak bisa tidur 3 hari, ngga bisa pup 2 minggu, ngga makan duren karena belum musimnya, ehm. Ok, let's get a little wiser. Thanks God, thanks God, thanks God. Maybe I'm still not enjoying being in this class, this situation, this condition,.. but I do believe I will, hoho. See ya later! Labels: lagi bener, lagi serius
Where "Dispen" Became Famous.
posted by dick on : Wednesday, November 4, 2009 at 11:46 AM
Hello world. Hello friends. Hello ehm. Posting di tengah-tengah jam pelajaran ini membuat gue merasa seperti anak teladan. Oh betapa indahnya dunia. Oiya, dengan headset terpasang sambil mendengarkan lagu-lagu catchy kayaknya asik nih. Ah gue sampe lupa ini masih di tengah pelajaran matematika. Belakangan ini kelas jadi lebih sepi dari biasanya. As usual, sakit, ijin, bolos, dan dispen. Oh my! Aku tergoda untuk ikutan yang begituan. Ya, gak diomongin juga udah pada tau kali ya (baca twitter), gue lagi males sekolah. Gue lagi males belajar. Gue lagi males.. Semuanya. Yang dipikirkan sekarang ini adalah mengikuti jejak teman-teman saya di kelas. Karena hal itu udah being famous, jadi ya.. Oh no oh yes! Ah, kira-kira beginilah daftar yang bisa kugunakan sebagai alasan agar tak masuk sekolah: 1. Sakit Sakit dibedakan jadi 2 macam. Sakit beneran. Sakit bohongan. Oke, gue mulai dari sakit beneran dulu. Sakit beneran masih dibedakan jadi 2 macam. Sakit asli, sakit pura-pura. Sakit asli, ya sakit. Sakit beneran yang ga bisa diganggu gugat. Sakit pura-pura itu sakit cuma ngantar surat. Jadi pagi sebelum skolah, pura-pura sakit. Minta dibuatin surat sama orang tua, seharian istirahat di kamar. Ya itu dia, ga enaknya. SEHARIAN di kamar. Next, sakit bohongan. Sakit bohongan sebenarnya lebih simpel daripada sakit-sakit yang di atas. Sakit bohongan itu.. Perlu persiapan. Jadi malam sebelum sekolah, buat surat sendiri yg mengatakan kita sakit, kasih tanda tangan ortu palsu. Paginya berangkat sekolah seperti biasa. Radius 100 meter dari sekolah, suruh orang di jalanan untuk kasih surat itu ke satpam dan.. This is it. Selanjutnya terserah anda. 2. Bolos As you know. Bolos seperti biasa. 3. Dispen Nah ini dia yang lagi ngetren di sekolah. Cari dispen. Apapun dilakukan supaya dapat surat dispen dari tatibsi yang ditandatangani wakil kepsek dan guru kelas. Cuma untuk dapat dispen mesti ada alasan yang jelas dan bagus. Well, mulai dari alasan paling mudah. "Ngurus sim", atau "ngurus ktp". Ya, alasan itu memang paling ampuh buat keluar dari skolah. Ya, tinggal bilang begitu aja si petugas tatibsi pasti langsung percaya, dan finally. Bebas Sebenernya ada banyak alasan lain yang mau gue bahas. Tapi karena ini udah berganti jam pelajaran ke sejarah, yang gurunya.. Ah. Ok, disini gue bukan ngajarin lho ya haha. Tapi yang sukses, jangan lupa berterimakasih (loh) Wah udah mau jam istirahat. Right, fellas. Gue mau.. Makan, minum, main, sholat dulu. Cya! Labels: lagi bener
Marhaban Ya Ramadhan
posted by dick on : Friday, August 21, 2009 at 6:33 PM
 In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger. Days pass so quickly. We welcomed last Ramadhan, then we bade it farewell. Only a short period of time passed and we are welcoming Ramadhan again. So we should hasten to do good deeds in this month and strive to fill it with what Allah is pleased with. Ramadhan is full of discipline, self-control, patience, and good behavior. And we know its the most blessed month in the Islamic calendar. Its primarily a spiritual training course intended to help us cultivate essential virtues and skills in order to lead a meaningful life. I believe that most often we forget our true essence and identity as human beings. In other words, we become totally preoccupied with the physical and material dimensions, forgetting the spiritual core of our personalities. And Ramadhan comes to remind us of who we truly are and how we can discipline ourselves in such a way that we are fully awake to our full spiritual potential. Let our fasting be a fasting of body, mind, and soul. For while staying away from food, drink, and sexual gratifications, minds, eyes, ears, and tongue. This time is the perfect opportunity to break free of all negative habits that have been holding us back from achieving the true happiness and perfection that is ours as a birthright. Make Ramadhan as the month of empathy and generosity. In fact, one of the main purposes of fasting is to instill in us empathy for the poor and the less deprived. By exposing us to compulsory hunger, we are given a practical lesson in hunger and thirst and thus we become better motivated to empathize with the poor. Hence we are ordered to practice the optimum level of charity in the month of Ramadhan. And don't forget to make this holy month Ramadhan to familiarize ourselves with the Qur’an, the true source of guidance, healing, and mercy—Allah’s perfect gift to humanity. Labels: lagi bener
|